
Kabar yang mengatakan bahwa para ilmuwan untuk pertama kalinya berhasil merubah embrio manusia secara genetik telah menuai kecaman dari sejumlah kelompok pengawas.
Namun seorang penulis studi ini mengungkapkan hasil kerja terebut hanya memfokuskan pada sel-sel batang. Dia menuliskan para peneliti menggunakan embrio abnormal yang tidak bisa berkembang menjadi seonggok bayi.
“Tidak ada seorangpun dari kita menginginkan adanya bayi-bayi rancangan itu,” tegas Dr Zev Rosenwaks, direktur Pusat Reproduktif Pengobatan dan Kesuburan di Pusat Medis NewYork-Presbyterian/Weill Cornell.
Idenya, kelak para ilmuwan bisa menyisipkan gen-gen tertentu ke dalam embrio untuk menghasilkan bayi dengan ciri-ciri yang dinginkan seperti kemampuan intelijensi atau atletis.
Beberapa orang menemukan bahwa hal itu bisa merubah anak-anak menjadi objek rancangan tertentu dan bisa menciptakan masyarakat yang tidak seimbang di mana beberapa orang mengalami pengayaan genetik sementara yang lainnya justru inferior.
Studi ini muncul menjadi laporan pertama tentang modifikasi embrio manusia genetik yang disajikan pada musim gugur lalu dalam sebuah pertemuan American Society for Reproductive Medicine, namun tidak menarik perhatian publik banyak. Hasilnya dilaporkan selama sepekan oleh The Sunday Times of London yang menuliskan otoritas Inggris menyoroti kerja dalam laporan terkini itu.
Rosenwaks dan rekan-rekannya tidak terlibat dalam pekerjaan embrio yang membutuhkan kromosom ekstra.
Dengan mengikuti prosedur standar yang digunakan pada hewan, mereka menyisipkan gen sebagai penanda yang dapat dengan mudahnya diikuti setiap saat. “Sel-sel embrio tersebut mengambil gen tersebut,” jelasnya.
Tujuannya adalah melihat apakah gen yang diperkenalkan pada embrio abnormal itu bisa dilacak dalam sel-sel punca yang menyatu pada embrio, tambahnya. Pekerjaan semacam ini bisa membantu menjawab mengapa embrio abnormal gagal berkembang.
Tidak ada sel-sel punca yang sembuh dari embrio manusia, kata Rosenwaks yang menambahkan bahwa embrio abnormal sering tidak berkembang baik untuk menghasilkannya.
Marcy Darnovsky, direktur eksekutif Center for Genetics and Society mengemukakan bahwa para ilmuwan di Cornell tengah mengembangkan sejumlah teknik di mana orang lain bisa menggunakannya untuk membuat manusia-manusia modifikasi genetik. Sebuah kelompok di London, Human Genetics Alert juga menyampaikan nada kritikan serupa.
Namun Kathy Hudson, direktur Genetics and Public Policy Center di Washington, DC, mengatakan dia tidak terusik dengan pekerjaan seperti itu. Dikatakannya, gagasan semacam itu sudah berhasil memodifikasi bayi-bayi dengan menyisipkan gen-gen yang bersifat menantang secara teknis.
“Kita bahkan tidak dekat dengan teknologi sebagaimna yang kita inginkan,” ujarnya dengan menambahkan hal itu tidak bisa diterima secara etis untuk mencobanya jika tidak aman.
from : http://www.harian-global.com/news.php?item.40228.26

Tidak ada komentar:
Posting Komentar